Wednesday, 31 August 2016

Oppo F1 Tutup Usia, F1s Diyakini Lebih Awet

Kehadiran Oppo F1s menandai akhir dari F1. Padahal, F1 sendiri baru meluncur pada Februari 2016 atau sekitar setengah tahun lalu.



"F1 sudah sold out dan tak akan diproduksi lagi," kata Media Engagement Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, Kamis (11/8/2016) di Restoran White Elephant, Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Menurut Aryo, F1s bakal lebih awet di pasaran dibandingkan F1. Sebab, F1s telah dilengkapi fitur-fitur unggulan yang mendukung visi Oppo sebagai vendor ponsel kamera alias camera phone.

Flagship teranyar itu dibekali sensor kamera depan beresolusi 16 megapiksel dengan bukaan f/2.0 yang diklaim mampu menghasilkan selfie terbaik. Pengguna tak perlu khawatir dengan kondisi minim cahaya atau backlight.

"Dengan kemampuannya, penjualan F1s pasti lebih bagus dibandingkan F1," Aryo menuturkan.

Saat ini, F1s sudah laku lebih dari 17.000 unit padahal baru sepekan diluncurkan. Penyebarannya pun tersebar di daerah Jabodetabek, Aceh, Sibolga, Nias, hingga kota-kota di Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Aryo tak mengungkap angka detil penjualan F1 sejak dirilis Februari hingga tutup usia. Ia hanya sesumbar bahwa sejak bulan puasa penjualan rata-rata harian F1 mencapai 3.000 unit.

Meski terbilang positif, Oppo punya alasan sendiri memberhentikan produksi F1. "Kami tak ingin membingungkan masyarakat dengan menghadirkan banyak model tapi perbedaannya tak terlalu signifikan," tambah Aryo.

Thursday, 25 August 2016

Oppo Belum Mau Bikin Perangkat VR, Ini Alasannya

Vendor smartphone berlomba-lomba melengkapi portofolio produknya dengan perangkat realitas virtual alias VR. Sebut saja beberapa nama seperti Samsung, Lenovo, HTC, dan LG.



Di tengah tren tersebut, Oppo belum mau ikut arus. Pabrikan China itu masih fokus mengembangkan teknologi yang dinilai fungsional bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

"VR belum jadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami memilih mengembangkan inovasi yang jelas membantu kebutuhan sehari-hari," kata Media Engagement Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, Kamis (11/8/2016) di Restoran White Elephant, Mal Kota Kasablanka, Jakarta.

Salah satu Inovasi yang dimaksud adalah pengembangan teknologi kamera smartphone. Pasalnya, Oppo telah menobatkan diri sebagai vendor ponsel kamera alias camera phone. Selain itu, teknologi pengisian daya cepat (fast charging) juga ingin terus ditingkatkan.

Meski demikian, Aryo tak menutup kemungkinan jika suatu saat Oppo juga bakal terjun ke industri VR. Ia mengatakan semua itu tergantung kondisi di lapangan.

"Kalau pasarnya sudah ada, kami pasti akan ke sana. Pada dasarnya semua disesuaikan dengan keadaan masyarakat," ia menuturkan.

Sebelumnya, Aryo juga mengatakan Oppo belum mau mengembangkan teknologi pemindai iris alias iris scanner untuk menjamin keamanan ponsel. Padahal, fitur itu digadang-gadang bakal menjadi tren pada ponsel keluaran 2017.

Oppo lebih memilih memaksimalkan pemindai sidik jari alias fingerprint scanner pada lini ponselnya, termasuk F1s yang baru diluncurkan pekan lalu. Aryo menilai fingerprint scanner lebih praktis dioperasikan.

"Itu (iris scanner) lebih sulit. Kalau matanya lagi nggak bagus bagaimana? Kami pilih yang fungsional saja," kata dia beberapa saat lalu.

Saturday, 20 August 2016

Tanpa Kipas, Laptop Acer Ini Pakai Pendingin ala Mobil

Perangkat laptop berkinerja tinggi identik dengan kipas yang berputar kencang dan bersuara bising untuk meredam panas. Beda halnya dengan Switch Alpha 12 dari Acer yang menggunakan solusi pendingin fanless (tanpa kipas) khusus bernama Liquid Loop.



Meski tanpa kipas, pihak Acer mengklaim bahwa sistem pendingin ini bisa meredam suhu prosesor laptop dengan efektif sehingga perangkat yang bersangkutan tak bakal kepanasan.

“Kami sudah coba uji dengan software benchmark 3D Mark. Switch Alpha 12 bisa menjalankannya dengan stabil selama 6 jam,” tutur Presales Manager Product Department Acer Indonesia, Dimas Setyo, dalam sesi hands-on di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

Perangkat komputer biasanya diuji kestabilannya dengan menjalankan software “berat” macam benchmark secara terus menerus. Apabila kepanasan, prosesor akan mengalami error sehingga sistem menjadi tidak stabil dan crash.

Akan halnya Switch Alpha 12, selain stabil, menurut Dimas, sistem pendingin Liquid Loop juga menjaga suhu perangkat di angka yang relatif rendah.

“(Saat benchmark) Temperatur permukaan laptop kami ukur berada di kisaran 47 derajat, sementara prosesor di dalamnya sekitar 60 derajat. Ini termasuk rendah,” imbuh dia.

Dimas menambahkan bahwa Liquid Loop memberikan keuntungan lain di samping jauh lebih senyap dibandingkan sistem pendingin konvensional.

Karena tak membutuhkan kipas yang menyedot dan menghembuskan udara lewat lubang ventilasi, interior Switch Alpha 12 pun bebas debu. Hal ini diklaim mempermudah perawatan dan bisa memperpanjang umur perangkat.

“Kalau laptop dengan pendingin kipas, harus dibersihkan karena penyumbatan debu bisa menghambat pelepasan panas,” ujar Dimas.

Cara kerja Liquid Loop



Acer
Ilustrasi sistem pendingin Acer Liquid Loop

Sistem pendingin Liquid Loop sendiri terdiri dari pipa logam yang disusun mengelilingi prosesor dan tersambung dari satu ujung ke ujung lain (loop).

Bagian dalam pipa ini berisi cairan khusus yang berfungsi sebagai penghantar panas dari prosesor. Cara kerjanya, panas ditransfer dari prosesor lewat heatpipe ke sistem Liquid Loop.

Panas ini membuat cairan di dalam Liquid Loop menguap. Uap cairan berjalan mengelilingi pipa layaknya uap air. Sepanjang jalan, uap tersebut mendingin dan kembali berubah menjadi cairan (kondensasi).

Uap yang telah menjadi cairan itu lantas terkena panas dari prosesor dan kembali mengulangi proses di atas.

Cara kerjanya mirip pendingin air pada kendaraan bermotor. Hanya saja, cairan yang digunakan memiliki titik didih lebih rendah dari air sehingga bisa menguap di suhu kurang dari 100 derajat Celsius dan tidak membutuhkan radiator untuk melepas panas. Switch Alpha 12 pun bisa beroperasi dengan senyap.

“Saya sendiri tak tahu jenis cairannya apa. Tapi ini dijamin aman karena anti bocor,” ujar Dimas.

Di pasaran Indonesia, Acer Switch 12 yang memiliki bentang layar 12 inci serta datang dengan aksesori keyboard dan stylus ini dijual dengan banderol Rp 13.799.000 untuk versi dengan prosesor Core i5-6200U, RAM 4 GB, dan SSD 256 GB.

Versi lain dengan Intel Core i7-6500U, RAM 8 GB, dan SSD 512 GB dihargai Rp 19.999.000.

Friday, 19 August 2016

Andromax Terlempar dari 5 Besar Indonesia, Ini Kata Smartfren

Andromax, lini ponsel bikinan Smartfren, sempat masuk ke 5 vendor ponsel teratas di Indonesia versi IDC di kuartal-IV 2015 lalu. Namun, panasnya persaingan di industri Tanah Air membuat Andromax harus terlempar dari daftar tersebut.



Di kuartal-I dan II tahun 2016, menurut IDC, Smartfren sudah tidak lagi mengisi daftar 5 vendor teratas.

Menurut Head of Smartphone Smartfren, Sukoco Purwokardjono, di acara jumpa media di Ubud, Bali, Selasa (9/8/2016), hal itu bisa terjadi karena Smartfren sedang dalam masa transisi jaringan.

"Tahun 2015 itu kami mulai transisi dari CDMA ke 4G, dulu kan masih banyak pengguna CDMA Smartfren, nah itulah kenapa seret (penjualannya), impact-nya ke tahun ini (pangsa pasar)," kata Sukoco.

Sukoco pun yakin, pangsa pasar Smartfren akan kembali pulih. "Lihat saja nanti di kuartal-kuartal berikutnya," ujarnya.

Sebelumnya, data IDC menyebut Smartfren berada di posisi ketiga di Indonesia dengan raihan pangsa pasar 9,7 persen di kuartal empat 2015. Asus mendominasi dengan 21,9 persen, diikuti Samsung (19,7 persen). Lenovo di peringkat ketiga (9,2 persen) dan Advan kelima (8,8 persen).

Sementara di kuartal pertama 2016 kondisinya berubah. Smartfren tak lagi ada di daftar 5 besar vendor ponsel di Indonesia menurut IDC, berpatokan pada data pertumbuhan (growth) penjualan dari tahun ke tahun yang dirilis pada Mei 2016 lalu.

Menurut IDC, datanya adalah sebagai berikut: Samsung (16 persen), Oppo (187 persen), Asus (24 persen), Advan (-12 persen), dan Evercoss (-15 persen).

Penjualan Galaxy Note 7 Tertunda

Lebih dari 200.000 unit Samsung Galaxy Note 7 terjual melalui mekanisme pemesanan alias pre-order di Korea Selatan dalam waktu dua hari. Tingginya minat pasar tampaknya belum diantisipasi Samsung dengan menyiapkan kapasitas produksi yang lebih besar.



Alhasil, hal ini memengaruhi jadwal distribusi flagship tersebut ke Malaysia. Peluncuran Galaxy Note 7 di Negeri Jiran mulanya dijadwalkan pada 19 Agustus mendatang. Namun belakangan Samsung merevisi tanggal itu melalui surat untuk media lokal.

Samsung menggeser jadwal peluncuran ke kisaran bulan September. Belum ada patokan tanggal pasti yang diberikan, sebagaimana dilaporkan Ubergizmo dan dihimpun KompasTekno, Jumat (12/8/2016).

Yang jelas, pada surat itu Samsung mengakui bahwa tingginya tuntutan pasar merupakan alasan di balik penundaan peluncuran Galaxy Note 7 di Malaysia.

Meski demikian, tercantum pula bahwa warga Malaysia yang telah melakukan pemesanan pada 8 hingga 10 Agustus tetap akan menerima Note 7 pada 19 Agustus.

Hanya saja, ketersediaan di gerai-gerai fisik belum bisa diakomodir pada tanggal itu. Belum jelas apakah cuma Malaysia yang kena pengaruh tingginya minat pasar atau juga negara lain termasuk Indonesia.

Di Tanah Air, informasi terakhir menyebut Galaxy Note 7 sudah bisa dipesan sejak 5 Agustus lalu hingga 21 Agustus mendatang. Barangnya bisa diambil pada 1 September mendatang.

Galaxy Note 7 mematrikan spesifikasi unggul untuk mendukung produktivitas pengguna. Beberapa di antaranya meliputi ketahanan air bersertifikasi IP68 pada perangkat dan S Pen-nya, memori 64GB, RAM 4GB, baterai 3500 mAH, serta kamera dual piksel beresolusi 12 megapiksel.

Perusahaan Singapura Bayar Karyawan Main "Pokemon Go"

Marketplace asal Singapura membuka lowongan pekerjaan dengan persyaratan unik: pemain harus ahli bermain Pokemon Go. Ini bukan bualan. Perusahaan bernama Funzing itu tampaknya benar-benar melihat potensi dari para pemain game fenomenal buatan Niantic tersebut.



"Ini adalah pekerjaan Pokemon pertama di dunia," begitu yang tertera pada iklan lowongan pekerjaan yang beredar, sebagaimana dilaporkan Mashable dan dihimpun KompasTekno, Jumat (12/8/2016).

Meski terdengar menarik, iklan lowongan itu belum memberikan informasi detail tentang deskripsi pekerjaan. Tak jelas apakah sang pekerja benar-benar hanya diminta bermain Pokemon Go, atau ada tugas-tugas lain yang dibebankan. Gaji yang ditawarkan juga belum tercantum.

Yang jelas, menurut update iklan, banyak orang yang berminat mengisi pos pekerjaan itu. Alhasil, Funzing membuka audisi terbuka untuk memilih orang yang tepat melalui situs resminya.



Lowongan ini tampaknya cocok bagi beberapa orang yang memilih meninggalkan pekerjaan untuk bermain Pokemon Go. Kasus tersebut setidaknya sudah terjadi di Selandia Baru dan Amerika Serikat.

Dengan ini, Funzing bisa dibilang telah membuka kesempatan bagi sebagian orang untuk bekerja sesuai hasrat atau passion. Barangkali cuma Funzing yang mengizinkan pelamar menuliskan titel sebagai trainer Pokemon profesional pada CV.

Hal ini sekaligus menegaskan bahwa Pokemon Go tak cuma menjadi fenomena dalam dunia game, tetapi juga di seluruh sektor. Game berbasis augmented reality itu mampu mengubah gaya hidup orang, visi masa depan, cara pemasaran para brand, hingga kini menjadi pekerjaan nyata.