Friday, 30 September 2016

Fotografer Olimpiade Pakai Robot Bawah Air

Fotografer Getty Images Al Bello sudah 11 kali meliput Olimpiade. Tahun ini, untuk pertama kalinya dia memakai bantuan robot untuk memoret aneka cabang olahraga air di Olimpiade 2016 di Rio di Jenairo, Brasil, termasuk renang, diving, dan synchronized diving.



Robot yang dipasangkan dengan kamera DSLR ini ditempatkan di dasar kolam renang. Lensanya menghadap ke atas sehingga bisa mengambil gambar para atlet renang dari bawah saat mereka sedang beraksi. Hasilnya adalah foto yang terlihat dramatis.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNN Money, Kamis (11/8/2016), Bello mengendalikan robot dari jarak jauh dengan remote. Di hadapannya terletak sebuah layar untuk memperlihatkan pandangan kamera.


Al Bello/ Getty Images
Contoh foto yang dijepret dengan bantuan robot bawah air Getty Images

Arah lensa kamera bisa digerakkan ke beberapa penjuru agar memperoleh framing yang dikehendaki. Berkat sang robot, fotograter pun tak perlu salah framing karena tak bisa melihat subyek sewaktu memotret.

“Dulu, dengan menempatkan kamera yang hanya diam di bawah air, Anda harus membayangkan dulu foto seperti apa yang Anda mau,” ujar Bello. “Ini membatasi karena Anda hanya bisa menebak-nebak di mana subyek akan berada saat kamera dijepret.”

Penggunaan robot untuk memotret dalam ajang Olimpiade sebenarnya bukan hal yang benar-benar baru. Sebelumnya, pada Olimpiade 2012 di London, Inggris, agensi foto Reuters pernah melakukan hal serupa.

Sunday, 25 September 2016

76 Buruh Pabrik Samsung Meninggal karena Bahan Kimia?

Sebanyak 76 pekerja Samsung meninggal akibat lingkungan kerja tak sehat. Rata-rata masih berusia 20-an hingga 30-an tahun.



Mereka bekerja sebagai buruh di pabrik semikonduktor dan LCD Samsung yang terletak di Korea Selatan. Paparan bahan kimia di lingkungan pabrik diduga berkontribusi pada penyebaran penyakit tersebut.

Menurut laporan investigasi organisasi berita non-profit AS, The Associated Press, beberapa penyakit serius yang teridentifikasi adalah leukimia, limfoma, lupus, dan gangguan sistem saraf pusat.

Secara keseluruhan, ada lebih dari 200 kasus pekerja Samsung yang terkena penyakit serius, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Kamis (11/8/2016) dari laporan investigasi tersebut. Meskipun begitu, tidak diketahui rentang waktu kejadian ini.

Yang disayangkan dari insiden ini, Samsung diduga menutupi informasi tentang risiko paparan bahan kimia di pabriknya. Para pekerja tak tahu bahwa rutinitas mereka bisa mendatangkan penyakit, sehingga tak ada upaya pencegahan.

"Otoritas pemerintah Korea Selatan membiarkan Samsung menahan informasi krusial itu," begitu tertera pada laporan The Associated Press.

Dengan ini, para pekerja dan keluarga kesulitan mendapat kompensasi dari pemerintah Korea Selatan. Tak ada keterangan resmi bahwa penyakit mereka berasal dari paparan racun di tempat kerja.

"Samsung pernah menawari saya uang 864.000 dollar AS (Rp 11,3 miliar) agar bungkam," kata Hwang Sang-Gi. Ia adalah ayah dari seorang pekerja Samsung yang meninggal di usia 22 tahun karena leukimia.

"Ini untuk menyangkal bahwa penyakit anak saya berhubungan dengan pekerjaan, agar saya tak melawan balik," ia menuturkan.

Kesaksian lainnya didapat dari mantan pekerja Samsung, Park Min-Sook, yang kini bertahan hidup dengan kanker payudara. Menurut dia, Samsung sengaja memperkerjakan remaja dari daerah pinggiran yang tak paham soal risiko bahan kimia pabrik.

"Mereka (Samsung) anggap uang adalah segalanya dan memperlakukan kami seperti cangkir sekali pakai," kata dia.

Keluhan serupa datang dari mantan pekerja lainnya, Kim Mi-Seon. Perempuan 36 tahun itu kehilangan kemampuan penglihatan. Ia didiagnosis menderita gangguan saraf pusat, tepatnya sumsum tulang belakang.

"Tak pernah ada edukasi tentang bahan kimia yang berbahaya agar kami lebih berhati-hati," ia menjelaskan.

Belum ada tanggapan resmi dari pihak Samsung. Laporan investigasi ini juga belum jelas akan dibawa ke jalur hukum atau tidak.

Tuesday, 20 September 2016

Oppo Kaget F1s Laris Dipesan dari Luar Jakarta

Lebih kurang sepekan pasca diluncurkan, Oppo F1s sudah laku lebih dari 17.000 unit. Hal itu disampaikan Media Engagement Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, Kamis (11/8/2016), di Restoran White Elephant, Mal Kota Kasablanka, Jakarta.



Angka itu merujuk pada penjualan dengan mekanisme pemesanan alias pre-order dari situs belanja online Blibli. Sejauh ini, ada beberapa kota yang sudah menunjukkan minat pasar di atas ekspektasi.

"Paling besar di Jakarta, lalu daerah Sibolga, Nias, Aceh, Serang, hingga Pare-pare juga menunjukkan respons positif," Aryo menuturkan.

Hal itu diiyakan Marketing Communications Manager Blibli, Lani Rahayu. Ia sempat kaget ketika melihat demografi pembeli F1s yang tak hanya terpusat di daerah Jabodetabek.

"Kami pikir F1s ini hanya diminati pasar Jakarta. Ternyata cakupan wilayahnya sangat baik," kata dia pada kesempatan yang sama.

Sebelumnya, Oppo F1s diklaim terjual sebanyak 1.818 unit pada hari pertama peluncurannya, Rabu (3/8/2016) pekan lalu. Jika dirinci, setiap satu menit ada satu unit F1s yang dipesan.

Dalam kesempatan itu, Aryo sekaligus mengumumkan bahwa Oppo F1s sudah tersedia di gerai-gerai fisik. Eksibisi Oppo F1s sendiri digelar mulai 11 hingga 14 Agustus mendatang di Kota Kasablanka.

Hanya saja, baru varian F1s Gold yang tersedia saat ini. Aryo memperkirakan varian Rose Gold sudah bisa dibeli dalam beberapa hari ke depan.

F1s merupakan ponsel berlayar phablet 5,5 inci dengan sensor kamera selfie berkualitas 16 megapiksel. Spesifikasi lain dari adik bungsu F1 dan F1 Plus itu meliputi pelindung Corning Gorilla Glass 4, prosesor Mediatek MT6750, memori 32GB, RAM 3GB, baterai berkapasitas 3075 mAH, dan konektivitas 4G LTE.

Thursday, 15 September 2016

Google Temui Menkominfo, Bicarakan Peta "Pokemon Go"

Tim Google baru saja menemui Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Mereka bertemu untuk membicarakan sejumlah persoalan, dari sistem pemetaan yang dipakai game hingga mengenai konten negatif di internet.



Tim yang menemui Rudiantara di kantornya, pada Rabu (10/8/2016) siang, adalah Vice President Engineering on Maps, Google, Hugh Williams; Product Management Director Google, Ben Galbraith; serta Director of GEO NBU Lead, Suren Ruhela.

Rudiantara meminta pihak Google agar tidak menyematkan objek vital nasional dalam layanan pemetaan yang terkait dengan game. Objek yang dimaksud misalnya, sarana dan prasarana militer.

Salah satu game yang sedang ramai dan memakai layanan pemetaan dari Google adalah Pokemon Go. Di dalamnya terdapat Pokestop yang diletakkan di berbagai gedung dan tempat.

Rudiantara khawatir jika lokasi objek vital nasional justru menjadi lahan bermain, baik oleh pemain Pokemon Go atau permainan berbasis peta Google lain.

“Kementerian juga akan bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga untuk mengidentifikasi objek vital nasional tersebut,” terang pria yang biasa disapa Chief RA ini melalui keterangan resmi pada KompasTekno, Kamis (11/8/2016).

Google pun menyatakan siap bekerja sama dengan Menkominfo untuk memenuhi permintaan itu. Rencananya, perusahaan asal Amerika Serikat ini akan mendekati para penyedia permainan berbasis Maps dan menyampaikan permintaan tersebut.

Selain Pokemon Go, dalam pertemuan itu juga dibicarakan mengenai Palapa Ring, proyek pemerintah untuk membuka akses internet di berbagai pelosok Tanah Air. Seiring dengan rencana ini, pemerintah merasa perlu mengajak Google bekerja sama dalam hal pengawasan konten internet hingga aplikasi.

Chief RA berharap agar aplikasi hingga konten yang disediakan oleh Google, termasuk juga penyedia lainnya, bisa bebas dari muatan negatif. Hal yang dimaksud negatif antara lain berupa pornografi.

“Karena itu kita perlu meningkatkan kerja sama dengan Google,” pungkasnya.

Saturday, 10 September 2016

Acer Pamer Laptop 2-in-1 “Tanpa Kipas” di Jakarta

Laptop berkinerja tinggi dengan prosesor Intel seri Core i biasanya memerlukan pendingin aktif berupa kipas untuk meredam panas yang ditimbulkan. Tapi tidak demikian halnya dengan Switch Alpha 12 dari Acer.



Switch Alpha 12 adalah laptop jenis “2-in-1” (kategori hybrid yang mampu berubah dari laptop menjadi tablet) dengan sistem pendingin tanpa kipas, Liquid Loop. Perangkat ini  diboyong Acer ke Indonesia dan dipamerkan di hadapan sejumlah wartawan dalam sebuah sesi hands-on di Jakarta, Kamis (11/8/2016).

“Acer Switch Alpha 12 merupakan produk laptop 2-in-1 pertama di dunia yang menggunakan prosesor Core i tapi fanless,” ujar Presales Manager Product Department Acer Indonesia, Dimas Setyo, saat memberikan penjelasan mengenai laptop tersebut.

Biasanya, kata dia, produk 2-in-1 fanless hanya dimotori prosesor dengan kinerja yang rendah karena terbatasi oleh permasalahan panas. Kalaupun ada yang menggunakan seri prosesor Core, umumnya hanya dari jenis Core M yang secara performa masih berada di bawah seri Core i.

Disinilah letak keunikan Acer Switch Alpha 12 yang memadukan kinerja tinggi laptop dengan sistem pendingin fanless. Karena tak memiliki kipas atapun lubang ventilasi, bentuk Switch Alpha 12 terlihat persis tablet dengan ukuran layar 12 inci.

Layar touchscreen tersebut memiliki resolusi tinggi sebesar 2.160 x 1.440 untuk menampilkan aneka elemen visual dari sistem operasi Windows 10 yang dijalankan oleh laptop 2-in-1 ini.

Dengan keyboard, kickstand, dan stylus

Acer memasarkan Switch Alpha 12 dalam paket berisi aksesori keyboard dan stylus yang bisa digunakan untuk menulis dan menggambar di layar.

Unit keyboard menyediakan tombol-tombol full-size seperti pada laptop konvensional dan dilengkapi dengan backlight untuk membantu pengguna dalam mengetik di keadaan kurang cahaya.

Keyboard ini tersambung ke Switch Alpha 12 dengan magnet dan bisa dilepas-pasang dengan mudah. Caranya cukup dengan menarik dan menempelkan keyboard di sisi bawah laptop, seperti layaknya aksesori cover pada tablet.



Oik Yusuf/ KOMPAS.com
Acer Switch Alpha 12 dilengkapi kickstand untuk menopangnya di atas meja saat difungsikan sebagai laptop


Pengguna bisa melepas keyboard saat ingin menggunakan perangkat tersebut sebagai tablet. Ketika berperan sebagai laptop, sebuah kickstand di bagian belakang akan menopang layar sehingga bisa berdiri di atas meja.

Dengan kemampuan yang dimilikinya, Head of Consumer Product, Product Marketing Development Acer Indonesia, Dianah, mengatakan pihaknya berharap Siwtch Alpha 12 akan dilirik oleh kalangan profesional.

“Terutama oleh mereka yang mobilitasnya tinggi, banyak bepergian, tapi tetap membutuhkan kinerja tinggi sebuah laptop,” ucapnya. Untuk mendukung mobilitas itu, Switch Alpha 12 dibekali baterai yang mempu menyalakan perangkat selama 8 jam.

Acer telah mulai memasarkan Switch Alpha 12 di Indonesia pada Juli lalu. Perangkat yang pertama diperkenalkan pada bulan April 2016 di New York ini ditawarkan dalam dua varian.

Varian pertama yang dibekali prosesor Intel Core i5-6200U, RAM 4 GB, dan SSD 256 GB dibanderol seharga Rp 13.,8 juta. Varian kedua dengan Intel Core i7-6500U, RAM 8 GB, dan SSD 512 GB dihargai Rp 20 juta.

Sepsifikasi lain dari perangkat berbobot 1,25 kg ini mencakup konektivitas Wi-Fi 802.11a/b/g/n/ac dan Bluetooth 4.0, 1 buah port USB 3.0, 1 buah port USB type-C, slot kartu micro SD, serta kamera belakang 5 megapiksel dan kamera depan 2 megapiksel.

Monday, 5 September 2016

Samsung Konfirmasi Galaxy Note 7 dengan RAM 6 GB

Samsung membenarkan kehadiran Galaxy Note 7 dengan memori 128 GB dan RAM 6 GB. Diketahui, versi orisinal dari phablet Android yang baru diluncurkan minggu lalu tersebut hanya berbekal memori 64 GB dengan RAM 4 GB.



Hal itu disampaikan Chief of Mobile Samsung, Koh Dong-jin, pada acara peluncuran di Seoul, Korea Selatan. Belum jelas kapan versi upgrade itu bakal terealisasi. Koh mengatakan saat ini Samsung masih dalam tahap persiapan untuk meluncurkannya.

Namun, versi memori dan RAM jumbo itu tampaknya bakal spesifik menyasar pasar China. Hal itu untuk meningkatkan daya saing Samsung dengan pabrikan lokal Negeri Tirai Bambu.

"Vendor China selama ini agresif memasarkan memori dengan kapasitas tinggi," kata Koh, sebagaiamana dilaporkan PhoneArena dan dihimpun KompasTekno, Jumat (12/8/2016).

Posisi Samsung di pasar China memang tak terbilang prima meski vendor tersebut merajai penjualan pada cakupan global. Karena itu, Samsung harus melakukan upaya lebih untuk memikat masyarakat China.

Koh tak menjelaskan lebih detil apakah negara lain berpotensi menerima versi upgrade Galaxy Note 7 seperti China.

Baca: Melihat Lebih Dekat Galaxy Note 7

Spesifikasi lain dari generasi terbaru Galaxy Note itu meliputi prosesor Snapdragon 820 atau Exynos 8890, baterai 3.500 mAH, pemindai iris mata, pelindung Gorilla Glass 5, dan ketahanan air bersertifikasi IP68.

Untuk kamera utama, Samsung memercayakan sensor beresolusi 12 megapiksel dengan teknologi dual piksel, OIS, dan bukaan f/1.7. Dengan spesifikasi serupa Galaxy S7, pembidikan diklaim bakal anti guncangan, anti gelap, serta tampak seperti penglihatan mata.